Chiisai Note

Some people feel the rain. Others just get wet - Bob Marley


Saya duduk di sebuah warung kayu di pinggir jalan. Pemandangan di sekitarnya begitu memukau, walaupun bentuk warung ini tak seberapa. Aroma kopi yang bercampur hawa pegunungan memikat selera dan menggoda indera penciuman saya. Memberikan gairah tersendiri selepas lelah. Getirnya seperti mewakili rasa kehidupan. Pahit, namun mampu membuka mata lebih lebar. Sembari menikmati secangkir minuman hitam ini, saya mendengarkan seorang rekanan ibu bercerita tentang tanah kelahirannya. “Orang sini itu hidup untuk mati”, katanya disela-sela penuturannya. Lelaki berkulit sawo matang itu menyeruput kopi hitamnya sejenak. Menu minuman yang sama dengan pesanan saya. Perbincangan di warung kayu ini berlanjut bersama wangi khas minuman hitam yang menggema di udara siang ini.
~~~
Newer Posts Older Posts Home

ABOUT AUTHOR

Follow us

POPULAR POSTS

  • Cinta Tak Pernah Membenci Pertemuan [8]
    ... Deburan ombak bersuara kian jelas. Burung camar terbang seakan langit adalah kerajaannya. Warna biru dan coklat berbaur padu mewa...
  • Tana Toraja: Wisata Spooky di Utara Makassar
    Saya duduk di sebuah warung kayu di pinggir jalan. Pemandangan di sekitarnya begitu memukau, walaupun bentuk warung ini tak seberapa. Ar...
  • Cinta Tak Pernah Membenci Pertemuan
    [prolog] Warna biru tanpa cela terhampar sempurna di langit awal bulan ketiga ini. Sinar mentari memancar sekuat tenaga. Berambisi aga...
  • Kendaraan Horor
    ATR 72-600 Garuda Indonesia Bekantan dan paru-paru dunia adalah alasan saya ingin bertandang ke pulau besar ini. Oh, satunya lag...
  • Negeri Sakura (6.2): I'll be Back Again, Someday
    Suasana jalanan di Kyoto Jam di tangan sudah menunjukan waktunya makan siang. Rasanya hari ini waktu berlalu begitu cepat, namun saya ...
  • Borobudur: Usia yang Tak Lagi Muda
    Permintaan untuk melakukan perjalanan dari dua orang teman berkebangsaan Jepang membuat saya datang kembali di kota Gudeg pada bulan Mei ...
  • Cinta Tak Pernah Membenci Pertemuan [6]
    ... Kepalanya mulai terasa berat, tanpa disadari. Langkah kakinya pun mulai terasa tak nyaman. Wino melirik penunjuk waktu yang melin...
  • Ps: I Love You, Indomie
    Makanan instan satu ini bagaikan penyelamatan yang dapat diandalkan oleh siapa pun, kapan pun, dan dimana pun. Mungkin, setidaknya, sebungk...
  • Kala 10 Tahun ke Belakang
    “Jika di negara-negara subtropis sana memiliki empat musim yang berbeda setiap tahunnya, Indonesia justru memiliki tiga musim; musim ke...
  • Negeri Sakura (7): Penutup Perjalanan Bersama Berkah dari langit-Nya
    Osaka Castle dan Gokurakubashi Bridge Atap Hijau di Antara Langit Kelabu Gerimis kembali menemani langkah perjalanan p...

Advertisement

Blog Archive

  • ►  2017 (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
  • ▼  2016 (19)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  July (2)
    • ►  May (9)
    • ▼  March (1)
      • Tana Toraja: Wisata Spooky di Utara Makassar
    • ►  February (5)
  • ►  2015 (17)
    • ►  July (9)
    • ►  June (3)
    • ►  February (5)
  • ►  2014 (2)
    • ►  December (2)
Powered by Blogger.

Label Cloud

  • Bandung
  • Borneo
  • Central Java
  • Food
  • Hakone
  • Health
  • Indonesia
  • Jakarta
  • Japan
  • Kyoto
  • Notes
  • Osaka
  • Photography
  • Place
  • Poem
  • Sharing
  • Short Story
  • Solo
  • Spring
  • Sulawesi
  • Summer
  • Tokyo
  • Travel
  • Yogyakarta
  • Yokohama
  • Zoo

Rank Alexa

About Me

Unknown
View my complete profile

Followers

FOLLOW US @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Chiisai Note. Created By OddThemes & Distributed By Free Blogger Templates