Makanan instan satu ini bagaikan penyelamatan yang dapat diandalkan oleh siapa pun, kapan pun, dan dimana pun. Mungkin, setidaknya, sebungkus makanan ini dapat dengan mudahnya ditemukan di seluruh rumah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.
Beberapa minggu terakhir, saya merasakan ketidaknyamanan pada mata kanan saya. Jika dibandingkan dengan mata kiri, mata ini terasa "lambat". Saya mencoba melakukan percobaan kecil untuk meyakinkan ketidaknyamanan ini. Saya menutup mata kanan saya, sehingga saya melihat dengan mata kiri, untuk melihat sebuah benda tertentu. Hasilnya nihil. Mata kiri saya masih responsif dan dapat memfokuskan penglihatan saya dengan cepat. Percobaan kedua, dengan teknik yang sama, saya lakukan pada mata kanan saya. Hasilnya... seperti yang saya duga. Mata kanan ini merespon untuk mendapatkan fokus yang paling baik selama beberapa saat. Tidak secepat mata kiri saya. Akhirnya saya memutuskan untuk memeriksa keluhan ini pada dokter mata. Crossing fingers.
ABOUT AUTHOR
Follow us
POPULAR POSTS
-
“Jika di negara-negara subtropis sana memiliki empat musim yang berbeda setiap tahunnya, Indonesia justru memiliki tiga musim; musim ke...
-
ATR 72-600 Garuda Indonesia Bekantan dan paru-paru dunia adalah alasan saya ingin bertandang ke pulau besar ini. Oh, satunya lag...
-
Suasana jalanan di Kyoto Jam di tangan sudah menunjukan waktunya makan siang. Rasanya hari ini waktu berlalu begitu cepat, namun saya ...
-
Homade Open Sandwich Bermula dari iseng saat perut lapar karena waktu makan malam tiba, namun sedang enggan untuk mengkonsumsi nasi. ...
-
Kyoto Sky, Japan Pagi hari ke-enam di negeri Bushido pun datang. Matahari menyapa penuh malu dari balik arak-arakan awan. Hari ini awa...
-
Cahaya Fajar Pertengahan bulan agustus 2015 kemarin saya sempat melakukan perjalanan antar propinsi, dari rumah saya di Propinsi Ba...
-
Saya duduk di sebuah warung kayu di pinggir jalan. Pemandangan di sekitarnya begitu memukau, walaupun bentuk warung ini tak seberapa. Ar...
Advertisement
Powered by Blogger.


