Why Blur?

Beberapa minggu terakhir, saya merasakan ketidaknyamanan pada mata kanan saya. Jika dibandingkan dengan mata kiri, mata ini terasa "lambat". Saya mencoba melakukan percobaan kecil untuk meyakinkan ketidaknyamanan ini. Saya menutup mata kanan saya, sehingga saya melihat dengan mata kiri, untuk melihat sebuah benda tertentu. Hasilnya nihil. Mata kiri saya masih responsif dan dapat memfokuskan penglihatan saya dengan cepat. Percobaan kedua, dengan teknik yang sama, saya lakukan pada mata kanan saya. Hasilnya... seperti yang saya duga. Mata kanan ini merespon untuk mendapatkan fokus yang paling baik selama beberapa saat. Tidak secepat mata kiri saya. Akhirnya saya memutuskan untuk memeriksa keluhan ini pada dokter mata. Crossing fingers.


Dokter mata yang saya tuju berada di salah satu rumah sakit di bilangan bintaro. Saya pergi bersama dengan ayah saya, yang kebetulan juga melakukan pemeriksaan rutin pasca operasi matanya beberapa pekan lalu. Tiba giliran saya untuk diperiksa dan saya sampaikan keluhan tersebut kepada sang dokter. Pada awalnya, dokter yang bernama lengkap dr. Helario Hasibuan, ia sempat bingung dengan keluhan saya.
Beberapa saat dokter mata melakukan pemeriksaan pada kedua mata saya.
Melihat saraf mata.
Bahkan, dokter menambah pemeriksaannya dengan menggunakan tes dikotomi (tes buta warna).

Hasilnya tetap... NIHIL. (T.T)

Dokter pun menyatakan tidak ada masalah yang berarti. Minus saya pun turun walaupun angka silindris mata kanan saya mengalami peningkatan. Tes dikotomi yang dilakukan pun dapat terbaca dengan baik. Jelas saya tidak bermasalah dengan buta warna. Evaluasi singkat dibacakan kembali oleh sang dokter. Meyakinkan tidak ada yang salah dengan mata saya berdasarkan pemeriksaan tadi. Ruangan hening sejenak seraya melantun pelan lagu Santana yang mengisi ruang praktek tersebut.

Saya angkat bicara bahwa pra pemeriksaan, tekanan darah saya rendah, sekitar 100/70 mmHg. Normalnya, tekanan darah manusia berkisar pada angka 120/80 mmHg. Ia akhirnya sadar akan keluhan yang saya derita. Sepertinya ada titik cerah ^^).

Ia menjelaskan, tekanan darah rendah dan keluhan mata yang saya alami ini berkolerasi. Lambatnya fokus yang terjadi pada mata kanan saya terjadi akibat tekanan darah rendah tersebut. Suplai darah yang perlukan untuk mata tidak tercukupi karena darah kurang mampu mengalir dengan sempurna masuk ke dalam mata saya. Akibatnya kebutuhan oksigen yang diperlukan oleh mata saya menjadi terhambat dan menyebabkan keluhan ini. Ia melanjutkan, seperti halnya otak, bagian organ dalam tubuh kita, yang paling banyak memerlukan suplai air untuk kelangsungan sistem kerjanya, ternyata mata merupakan organ manusia yang paling banyak memerlukan oksigen untuk aktivitas melihatnya.

Akhirnya terjawab juga.
Tapi... ???

Ada perasaan janggal dari analisis dokter yang bertempat tinggal di Pulo Mas ini.
Lantas, mengapa hanya mata kanan saya saja?

Ia kembali menjelaskan, manusia terbagi menjadi dua bagian yang sama besar, yang diatur oleh otak kanan dan kiri. Ini akan mempengaruhi dominasi dari masing-masing individu di dunia. Kita tahu bahwa mayoritas dari kita selalu menggunakan tangan kanan dalam menulis, memegang sesuatu, atau beberapa hal lainnya yang berkaitan dengan tangan. Sedangkan beberapa individu lainnya terbiasa atau bisa menggunakan tangan kirinya. Begitu pula dengan mata. Kedua mata yang saya miliki ini berdominasi pada bagian kanan, karena secara fisik saya bukan orang yang kidal. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa hanya mata kanan saya yang bereaksi melemah.

Lebih lanjut, manusia bisa menggunakan kedua bagian tangannya, walaupun pada awalnya ia hanya mendominasi tangan kanan atau kiri (kidal) saja. Hal ini dapat kita peroleh dengan melatih bagian tangan kita yang tidak dominan. Seperti halnya dokter bedah dapat menggunakan kedua tangannya dengan leluasa. Keterampilan ini dibutuhkan bagi dokter bedah saat melakukan operasi, ia tidak tergantung pada salah satu tangannya saja, dan dapat menyelesaikan operasi yang sedang berlangsung dengan lancar. Ia melanjutkan, mungkin saja tangan kita bisa diubah atau dilakukan sifat dominansinya, tetapi tidak begitu dengan sistem indera kita. Dalam hal ini dominasi pada mata.

Selebihnya, dokter menyarankan untuk menjaga kesehatan tubuh, melakukan olahraga secara rutin, dan mengkonsumsi makanan atau suplemen yang berfungsi menambah darah. Sehingga bagian mata kita, mampu mendapatkan suplai darah yang banyak mengandung oksigen.

Sepertinya hal ini juga bisa berdampak bagi seluruh bagian tubuh kita, jadi tidak ada salahnya selalu menjaga kesehatan diri kita sejak dini.
Jaga kesehatan, ya!


Note:
Ternyata, kondisi kualitas dari indera penglihatan kita tidak selalu menurun angka kesehatannya karena banyak membaca pada lingkungan yang terbatas pencahayaannya atau terlalu dekat dengan buku bacaan tersebut, menggunakan gadget/komputer dalam waktu yang terlalu lama, atau malas dalam mengkonsumsi makanan hijau atau sayuran. Tetapi, kesehatan mata kita juga terpengaruh dengan kondisi fisik kita. Tekanan darah atau kualitas fisik (dalam keadaan sakit).

Share:

0 comments