Menyapa Januari



Layak nona kecil lainnya
yang beranjak dari waktunya
yang belajar melihat dunia

Tidak hanya dengan mata coklatnya
juga dengan mata di hatinya

Merasakan nyeri yang tak berbekas

Dia serupa gadis sebaya
yang bermain dan pulang dalam peluh penuh bahagia
yang kini, merasakan sisi lain sebuah mayapada

Pernah ada tangan mungil yang menggandengnya

Pernah ada sebuah bantah
yang berujung semangkuk krim dingin di tangan
dan awal canda mereka kembali

Tangis yang pernah berubah tawa

Sakit yang pernah terasa manis di jiwa

Cerita yang berubah menjadi kisah

Kini hanya rasa rindu yang membatasi

Hanya doa yang saling memeluk mereka

Dia hanya nona kecil berkacamata
yang seringkali mengadu pada Tuhan
akan rasa rindunya

Untuknya,
kawan di surga

Tags:

Share:

2 comments