Tuan pun Rindu Nyonya

Membisu sudah aku begitu lama
Seringkali ku teriakan namanya
Ku teriakan keras dalam hampa di sudut hati
Tak ada malam lelah tanpa hadir bayangnya


Tak pernah lelahkah dia menggoreskan hadir di jiwa?

Mungkin Tuan pun juga telah bosan
Ku maki dan ku ludahi hati ini

Tak adakah jawaban adanya tanya?
Tak pantaskah aku memiliki cintanya?

Kembali sedikit merasakan senyumnya pun tak mengapa

Aku hanya rindu hadirnya, Tuan
Layaknya Tuan merindu sang Nyonya

Tags:

Share:

0 comments