25 Juli
Kita pernah bertemu. Walau tak
lama dalam bilangan waktu.
Sejak tangan itu hanya sebesar ibu jari ini. Sejak kita
saling bercengkrama dengan bahasa yang berbeda, dengan bahasa alienmu, dan aku
dengan bahasaku sendiri.
Kita pernah saling rindu merindukan.
Sebanyak mainanmu yang memenuhi kotak-kotak transparan. Sesering engkau memanggil
nama ini, bahkan saat diri tak bisa memenuhi pencarianmu di balik tirai-tirai
putih gading, di setiap celah jendela rumahmu.
Kita hanya dua pria yang
berbatasan pada usia.
Senyummu yang meruntuhkan segala batasan itu. Membuat
lebih luas arti dari kekanakan. Tak peduli apa kata dunia tentang itu semua. Engkau
yang membuat semua menjadi tanpa batasan, merdeka akan makna dewasa. Akan hal-hal
konyol yang sering dianggap tabu. Engkau tercipta atas segala kelembutan dan
semangat yang tak mungkin padam.
Kita pernah saling menyapa, di
bawah bayang-bayang rindang pohon yang menari dan bernyanyi. Kita pun pernah
bertemu jua, walau tanpa sapa menyapa lagi.
Ps. Happy birthday, Dear T
0 comments