Hingga Pertemuan Nanti
Suatu hari, aku akan bersamamu
Mungkin kini, kita bagai mercusuar dan kapal besar,
saling melintasi,
saling melihat,
saling menyapa, yang hanya sekedarnya itu
saling melintasi,
saling melihat,
saling menyapa, yang hanya sekedarnya itu
Ribuan malam telah kita singgahi
ribuan fajar berikutnya sudah kita benahi
ribuan fajar berikutnya sudah kita benahi
Aku dan kamu, adalah dua manusia bernama
jauh dari penglihatan, tapi dekat dalam nadi pertemuan takdir rancangan-Nya
jauh dari penglihatan, tapi dekat dalam nadi pertemuan takdir rancangan-Nya
Suatu hari nanti, engkau akan menyapaku, dengan senyum aneh dan tingkah
canggungmu
mungkin aku akan menyapamu balik, atau, tidak
atau, aku adalah pria di balik bayangan yang telah mengenalmu
memujamu lebih dulu
mungkin aku akan menyapamu balik, atau, tidak
atau, aku adalah pria di balik bayangan yang telah mengenalmu
memujamu lebih dulu
Kita adalah sepasang orang asing, yang melepaskan doa dalam langit
purnama
memintalnya helai demi helai
memenuhinya tanpa batas, tanpa jengah
memintalnya helai demi helai
memenuhinya tanpa batas, tanpa jengah
Mencari dalam harap, dalam mimpi, dalam temu
dan berdoa lagi, dan lagi
dan berdoa lagi, dan lagi
Pada satu hari, aku akan ada, dan engkau akan bersama
Suatu hari: aku dan kau adalah kita
- Juli 2016
Tags:
Poem
0 comments